Kondisi Tidak Ideal Napoli dalam Persaingan Scudetto

Kondisi Tidak Ideal Napoli dalam Persaingan Scudetto
Font size:

Sudah jatuh tertimpa tangga, kemudian ditertawakan orang-orang yang melihat. Itulah ilustrasi yang paling tepat untuk menggambarkan kondisi Napoli memasuki paruh musim kedua kompetisi Serie A musim ini. Bagaimana tidak, badai cedera yang menghantam skuad utama hanya direspons dengan minim transfer pemain pada bursa transfer musim dingin 2025/2026. Situasi ini menjadi akar masalah dan berimbas ke performa tim secara keseluruhan. 

 

Napoli yang berstatus sebagai juara bertahan Serie-A kini menduduki posisi ketiga di klasemen. Bukan posisi yang buruk karena masih berada di  zona Liga Champions. Namun jarak poin dengan pemuncak klasemen, Inter, semakin renggang. Selain itu, Juventus, AS Roma, Atalanta, dan Como, siap mencaplok posisi 4 besar karena selisih poin yang sedikit.

Antonio Conte Napoli

 

Di liga Champions, nasib Napoli jauh lebih mengenaskan. Status juara bertahan Serie-A ternyata hanya sebatas identitas. Napoli malah menjadi satu-satunya wakil Italia yang tersingkir sejak fase liga di kompetisi elite itu. Padatnya jadwal, badai cedera, dan gap yang cukup besar antara komposisi skuad utama dan pelapis menjadi penyebab utama gagalnya Napoli di Liga Champions.

 

Masalahnya adalah cedera beberapa pemain yang memiliki peran besar di lapangan dan merupakan starter reguler di tim. Sebut saja Kevin De Bruyne, David Neres, Andre-Frank Zambo Anguissa, serta Billy Gilmour, Matteo Politano, Vanja Milinkovic-Savic, Scott McTominay, dan nama-nama lain, yang silih berganti cedera.

 

Meski banyak pemain inti yang cedera, sampai saat ini Napoli baru mendatangkan dua pemain di jendela transfer musim dingin. Giovane dari Hellas Verona serta Alisson Santos dari Sporting CP. Memang, Napoli sudah melakukan pergerakan transfer yang cukup gencar musim panas lalu dengan mendatangkan banyak nama besar. Alasan tersebut masuk akal dengan situasi klub yang gencar di bursa transfer. Khawatir klub akan mengalami penggemukan skuad ke depannya dan ketidakstabilan neraca keuangan.

 

Masalah kedua adalah banyak pemain Napoli yang kini tengah dipinjamkan ke klub lain seperti Noa Lang, Lorenzo Lucca, Jesper Lindstrom, Rafa Marin, dan Giovanni Simeone. Tidak mempermanenkan Philip Biling yang dipinjam dari Bournemouth juga cukup disayangkan mengingat tiga dari delapan yang cedera merupakan pemain tengah. Melepas Giacomo Rapadori ke Atletico Madrid (kini di Atalanta), juga menjadi keputusan yang mungkin layak disesali karena dua sayap Napoli dibekap cedera.

 

Napoli Bisa Lebih Fokus di Liga

 

Kevin De Bruyne cedera

 

Melihat kondisi badai cedera dan rentetan hasil minor di berbagai kompetisi, Napoli bukannya sudah tersingkir dari perburuan gelar juara. Tersingkir dari Liga Champions memang menyakitkan. Namun di sisi lain, bisa menjadi momen Napoli untuk lebih fokus pada kompetisi domestik. 

 

Atalanta yang masih berada di Liga Champions, serta AS Roma yang berlaga di Liga Europa, tentunya harus membagi fokus mereka di dua kompetisi besar. Namun, Inter Milan, AC Milan, dan Juventus, harus menjadi perhatian utama. Pasalnya, mereka tidak lagi berkompetisi di luar Italia sehingga juga bisa menjaga fokus perebutan scudetto.

 

Jumlah laga yang sedikit juga membuat jadwal semakin longgar. Hal ini juga bisa menjadi keuntungan bagi Napoli yang tengah diterpa badai cedera. Jadwal yang tidak terlalu padat memungkinkan pemain untuk beristirahat dalam waktu yang lebih banyak sehingga bisa mengurangi risiko bertambahnya jumlah cedera. 

 

Meskipun begitu, sepertinya Napoli harus rela melepas gelar juara bertahan tersebut di akhir musim, mengingat beberapa pemain inti yang cedera masih cukup lama untuk kembali merumput. Namun, secara kekuatan, Napoli masih mampu berada di zona Liga Champions untuk musim depan.


Penulis: Iqbal Aviciena Arief (@iqbal_cenna - Instagram)

AC Milan Pilih Cara Instan Membangun Tim
Artikel sebelumnya AC Milan Pilih Cara Instan Membangun Tim
Artikel selanjutnya
Artikel Terkait